Seperti Inilah Jodoh Itu.

2 Komentar
Kawan, sudah lama nih nggak menulis. Di berita kali ini saya akan mengeluarkan opini saya tentang apa sih jodoh, siapa jodoh kita dan bagaimana kita mendapatkan jodoh kita tersebut (percintaan nih...). Nah, kita mulai saja, simak baik-baik ya kawan jangan sampai ada sedikitpun kata-kata yang terlewatkan (sssttt...berita ini ampuh buat menghilangkan kegalauan lho ^^).

Ada banyak pemahaman tentang jodoh, tapi saya akan mencoba menguraikan pemahaman tersebut dengan pendapat dan pemikiran saya pribadi kawan. Yang pertama kita tahu bahwa jodoh ada ditangan Tuhan, sehigga jodoh tidak akan lari kemana-mana. Ya, jodoh ada ditangan Tuhan, sehingga kita harus berusaha dan berupaya untuk menjemput jodoh tersebut. Karena kalau tidak, jodoh kita tidak akan pernah kemana-mana. Takdir ditentukan oleh Yang Maha Kuasa, namun takdir perlu ikhtiar dan do'a agar bisa tercapai. Jemputlah jodohmu, jangan hanya berdiam diri.

Spesial serial "Pangbatok, Serambi Madura"

2 Komentar

Kepala Desa Super di Pangbatok

0 Komentar
Pada umumnya pemilihan kepala desa didasarkan dengan ketentuan dan beberapa kriteria yang menjadi tolok ukur sosok seorang pemimpin desa yang di inginkan oleh masyarakat desa. Inilah kisah klasik yang terjadi didesa ini selama bertahun-tahun silam hingga saat ini kaitannya dengan pemilihan kepala desa yang didasarkan dari garis keturunan.

Dalam pemilihan kepala desa disaat panas-panasnya suasana persaingan antar kubu sering kali diwarnai oleh carok. Kepala desa yang terpilih saat ini merupakan kepala desa yang terpilih diperiode sebelumnya. Jumlah pemilih tetap terdata sekitar ±2200 orang yang tergabung antara laki-laki dan perempuan untuk pemilihan kepala desa. Dan untuk kecamatan Proppo terdapat 6000 pemenang suara terbanyak dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) yang dipegang oleh partai PKB (partai keadilan bangsa) yang berkoalisi dengan beberapa partai kecil.

Pemilihan kepala desa pada umumnya dilihat dari sosok perilakunya, figurnya dan banyaknya uang yang dimiliki untuk menghimpun massa. Loyalitas seorang pemimpin pun dapat dilihat dari hubungan sosialnya kepada masyarakat, dan dari penilaian baik masyarakatnya.

Pangbatok, Serambi Madura

0 Komentar
Di Dusun Batu Ampar ini terdapat makam yang dikeramatkan oleh warga, bahkan banyak wisatawan dari luar pulau datang berduyun-duyun untuk berziarah dimakam keramat ini. Asal mula nama dusun itupun banyak yang tidak mengetahui, hanya saja warga menetapkan nama dusun itu sebagai Batu Ampar.

Adapun filosofi asal mula adanya makam batu ampar bermula dari kisah Syekh Abdul Manan ( Buju’ Kosambi ) Beliau pergi mengasingkan diri dan menjauh dari kekuasaan Raja Bangkalan. Hari demi hari dilaluinya dengan sengsara dan penuh penderitaan. Beliau sangat terpukul sekali kehilangan orang yang sangat dikasihinya. Hingga akhirnya beliau sampai disebuah hutan lebat ditengah perbukitan diwilayah Batu ampar (Kabupaten Pamekasan).

Dihutan inilah akhirnya beliau bertapa atau bertirakat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dalam melaksanakan hajatnya beliau memilih tempat dibawah Pohon Kosambi. Konon tapa beliau ini berlangsung selama 41 tahun. Saat memulai pertapaan itu beliau berumur 21 tahun. Hingga akhirnya beliau ditemukan oleh seorang gadis anak dari penduduk desa setempat yang sedang mencari kayu dihutan.

Musim Sekolah di Desa Pangbatok

0 Komentar
Musim penghujan menjadi berkah tersendiri untuk petani didesa pangbatok yang mayoritas mata pencaharian penduduknya adalah petani. Strata ekonomi masyarakat pangbatok rata-rata menengah kebawah dengan penghasilan minim dan mutu pendidikan yang rendah. Akan tetapi kesenjangan ekonomi tidak menjadi penghalang masyarakat pangbatok untuk menghimpun rasa persatuan dan semangat gotong-royong yang menjadi ciri khas pribadi masyarakat, terutama disaat bulan maulid nabi seperti saat ini.

Desa pangbatok merupakan desa yang letaknya berada di perbatasan antara kabupaten pamekasan dan kabupaten sampang dengan jumlah 180 kepala keluarga dari lima dusun yang ada. Todungih, Batu Ampar, Karang Duwak, Kobasanah dan Dang Lebar merupakan kelima dusun tersebut.

Rendahnya tingkat pendidikan mempengaruhi pola pikir masyarakat terutama dalam penerimaan teknologi baru yang berhubungan dengan peningkatan mutu hasil pertanian yang tidak sesuai dengan target. Masyarakat desa mengenyam pendidikan sampai ditingkat SD, dan sedikit sekali yang meneruskan pendidikan ke tingkat SMP dan SMA. Banyak pemuda didesa ini merantau setelah lulus sekolah tingkat pertama (SMP) dan perempuan didesa ini pun banyak yang tidak tuntas sekolah, oleh sebab itu tingkat buta aksara di desa ini cukup tinggi.