Memilih Naik Bus Patas atau Bus Ekonomi

antara motogp dan bus
www.crash.net
Selamat Hari Senin kembali kawan-kawan, sebelum masuk ke topik, saya mau tanya buat yang nonton putaran terakhir dari MotoGP 2015 minggu kemarin, gimana? Seru bukan lihat touring-nya, eh. By the way, saya salut dengan perjuangan Vale yang tetap balapan dan tidak ikut-ikutan touring seperti 'kamu pasti tahu' dan 'kamu juga pasti tahu'.

Oke, disini saya mau membahas bus, bukan balapan motor. Dalam ranah naik-menaiki bus, kita tahu ada dua macam bus yang mengedari orbit-orbit jalan raya, ekonomi dan patas. Sebenarnya ada banyak macamnya seperti bisnis, pariwisata, dan lain sebagainya, hanya saja saya akan membandingkan dua macam bus tersebut, yang secara awam orang tahu dan naiki sehari-hari.

Pengertian bus ekonomi dan bus patas

Disini saya akan menceritakan kedua jenis bus tersebut berdasarkan pengalaman pribadi saya. Bus ekonomi adalah bus yang seyogyanya mampir kesetiap terminal disetiap kota, namun terkadang ada oknum sopir yang ogah masuk kedalam terminal, mereka terkadang membayar di pos luar terminal, entah ini suap atau bukan, bahkan ada juga oknum sopir yang main lewat tanpa bayar, kalau ini jelas-jelas salah.

Bus Patas, setahu saya ada perbedaan dari bus Cepat dan bus Patas (Cepat Terbatas), namun para penumpang tidak terlalu paham dengan kedua jenis tersebut, toh pada prakteknya sama saja, bus patas terlihat lebih bagus dan tidak perlu masuk kedalam terminal-terminal.

Memilih Naik Bus Patas atau Bus Ekonomi
gspariwisata.blogspot.com
Fasilitas bus ekonomi dan bus patas

Bus ekonomi beberapa tahun belakangan ini sudah tidak bisa disamakan dengan bus-bus ekonomi beberapa tahun lalu, fasilitasnya sudah banyak kemajuan terutama bus ekonomi dengan jurusan Jogja/Solo atau sebaliknya menuju Surabaya. Bus ekonomi dengan jurusan tersebut sudah dilengkapi dengan AC serta hiburan berupa musik.

Namun karena ekonomi, fasilitas tersebut terkadang tidak membuat penumpang nyaman, lubang-lubang AC rusak sehingga tidak bisa diatur nyala mati atau arah anginnya, terkadang AC nya juga mati ketika udara dalam bus lagi pengap-pengapnya. Musik pun terkadang malah membuat penumpang merasa tidak nyaman karena suara yang dihasilkan terlalu besar atau suara kresek dari speaker yang rusak. Tapi setidaknya usaha tersebut membuat bus ekonomi jauh lebih nyaman dibandingkan dulu.

Fasilitas ekonomi yang sudah sangat terkenal tetap ada, seperti pedagang asongan yang selalu setia menawarkan Onde-onde, tahu sumedang, tahu pong, tahu biasa, lumpia, kacang-kacangan, permen serta minuman botol dingin nan segar, pembeliannya tdak bisa secara online di bukalapak.com lho ya. Alternatif hiburan seperti puisi dan nyanyian pengamen juga tetap bisa kita nikmati sembari makan kacang.

pedangan asongan di bus ekonomi
www.harianterbit.com
Kelebihan yang mencolok dari bus patas adalah fasilitas-fasilitasnya yang lebih terawat dan kursi yang lebih empuk dan lebar. Jika susunan kursi di bus ekonomi adalah kiri dua dan kanan tiga, bus patas hanya mempunyai dua kursi penumpang dimasing-masing sisi, kursinya pun bisa diatur posisinya, mau tegak atau agak rebahan pun bisa.

Tapi jangan harap bus patas memiliki pedagang asongan yang bisa kita beli dagangannya setiap saat, kalian harus menyiapkan makanan sendiri sebelum berangkat, karena hanya penumpang yang boleh naik, demikian pula dengan pengamen, tidak diperbolehkan naik. Tapi tenang saja, jika anda naik patas untuk jurusan yang lumayan jauh, biasanya itu sudah termasuk makan, nanti bus patasnya bakal berhenti di restoran yang memang sudah jadi resto official mereka.

Bus patas ada juga yang sudah dilengkapi dengan kamar mandi dan ruangan untuk merokok, oh iya, untuk bus ekonomi yang ber-AC sudah tidak diperbolehkan merokok ya, kecuali sopir dan kernetnya, lho.

Tarif bus ekonomi dan bus patas

Tarif dari keduanya sangat jauh berbeda, untuk saya yang sehari-hari harus naik bus Jombang Surabaya menghabiskan 20,000 rupiah pulang pergi naik bus ekonomi, bandingkan dengan patas yang sekali berangkatnya saja lebih dari 20,000 rupiah. Tapi harga berbanding lurus dengan kenyamanan, kita tidak perlu berdusel-duselan ketika naik patas, lain halnya dengan bus ekonomi dimana sopir berhenti menambah penumpang ketika para penumpang didalam sudah teriak-teriak kehabisan oksigen.

Ada tarif miring ketika naik bus ekonomi, tapi tarif ini diberlakukan hanya untuk penumpang yang memang langganan di bus tersebut, kenapa saya bilang langganan? karena asal mulanya adalah ketika zaman dahulu ada tarif promo dimana calon penumpang diberikan kartu yang dibagikan secara bebas, yakni Kartu Langganan. Ketika penumpang yang membayar tiket disertai Kartu sakti tersebut, maka ada potongan harga, bedanya, penumpang saat ini tidak perlu menunjukkan kartu tersebut, cukup bilang nama tujuan dan 'Ka-El', anda bakal diberi harga khusus (tiket kamu dicoret dengan spidol berwarna merah).

Udah banyak saya nulisnya, kalau ada bahan lagi nanti saya coba tulis lagi, untuk yang berpergian naik bus, biasanya kalian naik bus apa? Jangan lupa beri komentar dibawah ya, oh iya, tetap waspada dan perhatikan barang bawaan anda, jangan dampai tertinggal apalagi pindah tangan (biasanya diucapkan oleh para musisi jalanan). Sampai jumpa.

Post a Comment

24 Comments

  1. bus patas emang lebih enak dan nyaman selama perjalanan daripada ekonomi...
    namun ekonomi lebih enak dikantong daripada patas...
    pilih mana...?

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo saya yg seminggu bisa lebih dari 10 kali naik bus ya mending yang ekonomi aja bang, hemat, hehe

      Delete
  2. Klo aku milih yg murah trus cpt sampe

    ReplyDelete
  3. Replies
    1. trims bang, semoga dagangannya lancar dan barokah ye, hehe

      Delete
    2. Saya juga ikut mendoakan semoga banyak orang yang gagal :D

      Delete
  4. Bis di Jakarta baik ekonomi sama Patas, sama sama ada pengamen dan pengasongnya.. yg ga ada ya bus transjakarta alias busway

    ReplyDelete
  5. Bus ekonomi memang murah tapi kurang terawatt, untuk bus patas dari jakarta ke solo biasanya tidak membolehkan pedagang asongan masuk dan tidak bisa mengambil penumpang sembarangan... itu yang saya suka dari bus Patas AC Akap.. full musik tv ac wc ruang rokok ada fasilitas bangku bigtop seperti naik pesawat ada selimut bantal...

    ReplyDelete
    Replies
    1. harga berbanding lurus dengan kualitas dan fasilitas ya bang

      Delete
  6. kalo saya sesuai cuaca saja mas biasanya. kalo kayak sekarang lagi musim panas, naik patas biar lebih fress walau harga lebih mahal tapi tidak menyiksa jika harus kipas2 pake kardus

    ReplyDelete
  7. maap karena memang saya jarang naik bus

    ReplyDelete
    Replies
    1. sekarang udah masuk musim hujan, beberapa bus ekonomi kadang suka bocor juga kalo hujan ya bang, berarti naik patas aja, hehe

      Delete
  8. Bus patas harga'a ongkos bisa 2x lipat dari bus ekonomi
    tapi yah maklum sih fasilitas'a juga memadai

    ReplyDelete
  9. saya termasuk penumpang yg menganggap bis patas dan bis cepat itu sama, sama bayar lbih mahal drpd bis ekonomi dan sama ber ACnya.

    ReplyDelete
  10. saya pernah pulang bekasi-bandung mlm2 sendiri dan pakai bus ekonomi... ya lama ya deg2an jg :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. lebih seru menikmati perjalanan ketimbang tidur ya bu? hehe

      Delete
  11. Perbedaan waktu sampe nya berapa lama ya. Antara ekonomi dan ac ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. eh ada yang komen, blognya dah jarang update, perbedaan jam nggak signifikan, cuma sekarang kadang patas lewat tol, jadi lebih cepat

      Delete

Komentar kamu apa?