Indonesia Muda, Yang Muda Otak dan Hatinya


Pernah tidak kamu merasa bahwa kamu lahir di saat yang tidak tepat, dimana semua yang kamu lihat begitu bertolak belakang dengan apa yang seharusnya dilakukan. Bukan perkara apa yang dilakukan itu benar atau salah, tapi ketidak-mauan orang-orang di sekitarmu untuk melakukan yang benar.

Kita tahu kok apa yang baik, tapi karena kebiasaan-kebiasaan baik itu jarang dipakai, dan bahkan jarang dicontohkan oleh orang lain di kehidupan sehari-hari, jadilah hal yang tidak baik menjadi baik. Misalnya buang sampah (ini blog kok isinya soal buang sampah terus ya?), kita tahu buang sampah itu di tempat sampah, tapi karena orang lain buang sampah seenaknya, ditambah kita yang lebih suka membebek, jadilah buang sampah sembarangan itu hal yang baik, dan kalau ditegur, kitanya sewot. Coba deh, milih buang bungkus permen di dalam kendaraan umum, di jalan, di taman, atau dimasukkan ke saku baju?

Film pendek dari Mas Bayu Maulana diatas menggambarkan apa yang terjadi di tengah-tengah masyarakat kita, bahkan lebih buruk, generasi muda juga banyak yang sudah terkontaminasi. Seakan-akan apa yang kita lakukan tidak lagi disaring menggunakan otak dan hati kita sendiri, tapi sekedar ikut-ikutan, bebek.

Yang sadar bukan cuma sebagian kecil anak muda kok, ada juga orang tua yang memang sadar, dan mereka itu Indonesia Muda, masih muda otak dan hatinya, belum kotor oleh kebiasaan buruk yang dianggap baik.

15 comments:

  1. Replies
    1. yang salah masing-masing individu, mau aja ngikut-ngikut, ga coba cari tahu, lah itu otak dipake mikir kagak, hahaha

      Delete
    2. Salah itu pemain asroma bang

      Delete
  2. tapi bang, buang sampah sembarangan biar kata sering diulang2 tapi tetep banyak yang melakukan lho
    jadi lagi2 ngingetin gamasalah lah

    ReplyDelete
  3. sering bgt ngalami,terutama ditempat kerja,,, sesuatu yg negatif begitu mendarah daging,malah bisa dibilang membudaya. mau tetep jalan "lurus" tu berasa sendri,dan parahnya dijudge sok straightlah,carmuklah, apalah. sementara klo ngikut "bengkok" jg gk nyaman, gk sesuai hati nurani...

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul betul dilema, beruntunglah selagi berbuat baik nggak ada yang ngatain

      Delete
  4. semua orang ini perubahan, tapi gak semua mau mengubah

    ReplyDelete
    Replies
    1. biar ga semua mau berubah, setidaknya masih ada yang mau berubah, daripada nggak ada yang mau berubah malah gawat, monsternya nggak ada yang ngelawan, ayok berubah...jadi power rangers

      Delete
  5. bukannya cuma membebek, tapi ada rasa iri juga.. yg lain bisa buang sampah sembarangan kok ak gak boleh.. kek gitulah rasanya.. iri

    ReplyDelete
    Replies
    1. hmmmm, dalem bang, modusnya begitu ya rupanya

      Delete
  6. Emang miris sih kalo liat anak muda jaman skrng, kayaknya yg dipikir cuma enaknya anak. Tp bener kata mbaknya di video itu, masih banyak api kecil lainnya yg bisa mengubah keadaan. Di mulai dari diri sendiri dan lingkungan sekitar aja. Pelan2

    ReplyDelete
    Replies
    1. alon-alon asal kelakon, lebih bagus lagi kalo pemerintah serius soal menjaga lingkungan, minimal pak polisi berani negur yang buang sampah di kali

      Delete
  7. api2 kecil itu, kita :)
    meskipun jujur, sebenernya saya jg pesimis sih heuheu

    ReplyDelete
    Replies
    1. asal jangan jadi ikut-ikutan buang sampah sembarangan bu

      Delete

Komentar kamu apa?