Ngantor Jombang - Surabaya Naik Bus

Ngantor Jombang Surabaya Naik Bus
dari google, tapi digambarnya udah ada watermark kok
Hai hai hai, mau cerita-cerita nih soal keseharian saya sekarang yang jadi pelanggan setia bus AKAP. Jadi awal mula ceritanya, saya dan keluarga kecil sudah bertekad untuk segera punya rumah sendiri, ya meskipus KPR tapi tak apalah. Mumpung anak masih kecil (sekarang udah 7 bulanan usianya). Setelah pakai pertimbangan yang nggak terlalu lama mikirnya, kami sepakat beli rumah di Jombang, dengan alasan dekat dengan keluarga besar dan lingkungannya belum serame Surabaya dan sekitarnya (kalau ini alasan karena melihat anak saya, wish it'll be the best choice for his future). Dan karena rumah di Jombang dan kerjaan saya di Surabaya (Berbek industri sih di Sidoarjo tapi deket tapi sebelahan sama Surabaya), maka jadilah saya PP (baca:pulang pergi) Jombang-Surabaya tiap harinya.

Tetangga saya di perumahan yang saya tempati ternyata ada juga yang kerja di Surabaya, malah naik kendaraan pribadi kesana, kadang mobil kadang motor, tapi nggak tiap hari, kadang nginep kadang nggak, ah kadang-kadang aja sih, ah apaan sih, haha. Tapi disini saya mau bahas saya sendiri, bukan tetangga saya itu, oke? fine.

Bus adalah pilihan utama saya ketimbang harus naik kendaraan pribadi atau kereta api. Kalau naik kereta api jadwalnya nggak cocok sama waktu pulang dan berangkat ngantor saya, kalau naik motor, yang ada jadi langganan di tukang pijit tiap minggu. Tapi saya tetap bawa motor, saya parkir di terminal bungurasih biar gampang ke kantor setelah turun dari Bus.

Awal saya naik Bus, saya pilih-pilih banget, maunya cuma naik SK (sekarang Sugeng Rahayu, sebagian masih dengan nama Sumber Selamat). Alasannya, lebih nyaman dan lebih cepat, saya suka sandaran tempat duduknya yang lebih tinggi sehingga pas buat saya yang tingginya 180 cm. Tapi sekarang, saya sudah nggak terlalu pilih-pilih, tapi masih pilih-pilih, kalau bukan Bus Sumber, ya Mira, kalau kepepet pernah naik Mandala dua kali waktu berangkat, tapi kalau pulang, saya usahakan naik Bus Sumber Valentino Rio (Bus Lovers tahu kali ya).

Ketika di Bus, ada saja cerita-cerita yang saya dapat dari penumpang lain, ataupun dari Pak Kernet dan Kondektur, kalau Pak Sopir jangan diganggu deh, biarin balapan saja sana, hehe. Ada yang cerita soal kerjaan, pengelaman hidup dan keluarganya. Ada juga cerita misteri dari Pak Kondektur yang kekurangan satu penumpang didalam Bus, nah lho, hiiii. Ada juga yang membuat sebal ketika di bus, kalau ada penumpang yang pesan tiket buat hantu, iya hantu, orang cuma sendiri, tapi pesan tiket dua biar bisa seenaknya aja duduk selonjoran, yang lain juga bayar tiket kali, kenapa nggak tuh hantu saja yang disuruh berdiri.

So, that's my story, entah sampai kapan bakalan PP naik bus tiap hari dari senin sampai sabtu. Yang pasti ngantor Jombang-Surabaya Naik Bus bisa jadi pengalaman tersendiri buat saya, bertemu orang-orang baru yang juga tiap hari PP naik bus untuk bekerja demi keluarga dirumah. Semoga selalu sehat dan rezeki semakin lancar jaya, seperti Bus yang melaju kencang meski badan besar dan jalanan macet, hahaha.

15 comments:

  1. Kalo saya naik bus mah ketika pulkam aja...

    Sabar aja, naik bus tu kan lumayan hemat..

    ReplyDelete
  2. Wah agak repot juga pp gitu.. Semoga rezeki lancar dan selamat sampai tujuan :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. thanks, repot sih lumayan tapi bisa terbiasa juga

      Delete
  3. lumayan mengurangi kemacetan dan polusi.. hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha, berarti ane juga penyumbang polusi ya kalo naik motor ndiri

      Delete
  4. Replies
    1. KRL? emang ada ya kalo dari jombang ke Surabaya?

      Delete
  5. harus siap siap plastik kresek mas, takut mabok wkwkwkwk

    ReplyDelete
  6. wahhh cape juga ya mas,tapi tetesan keringat i.Allah pahala ya krn utk menghidupi keluarga,semangatttt...!! ^_^

    ReplyDelete
  7. saya pernah sekali naik motor dari lamongan ke jombang untuk ikut persami di tempat militer lupa namanya, yg dekat kuburan cina itu.. 3 jam motoran lumayan bikin remek. semoga sehat selalu ya mass.. barokah rejekinya

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin, terimakasih. tempat itu saya juga tidak tahu, hahaha, lamongan ke jombang kalau naik bus apa ya?

      Delete
  8. Hemm...saya juga mengalami hal sama nih kayaknya, mau ambil rumah di jombang kota, kerja di surabaya, apa pp juga naik bus ya, hehe....berapa jam biasanya perjalanan?

    ReplyDelete

Komentar kamu apa?