Tahun berganti, musim 2011/2012 menjadi jawaban dari aksi kekecewaan terhadap PSSI tahun sebelumnya. PSSI baru dibentuk dengan membawa semangat perjuangan yang didambakan pecinta sepakbola tanah air. Namun sayang, langkah yang salah diambil PSSI. Hingga akhirnya ISL menjadi lawan dan berputar menantang LPI yang berada dibawah PSSI.
Tidak perlu saya ceritakan sejarah lengkap dari kejadian yang membuat PSSI tampak amburadul seperti saat ini. Di media telah banyak bermunculan opini-opini mengenai pergulatan sepakbola di negeri ini, negeri dengan jumlah pecinta bola yang sangat besar.
Saya sebagai pecinta timnas sepertinya tidak rela dengan tidak bisanya para pemain ISL direkrut sebagai pemain timnas, karena hampir pemain timnas bermain di ISL. Kemana peran Pak Andi Malarangeng seperti saat dia berusaha keras membela hak pemain LPI untuk bermain di timnas (PSSI jaman NH). Apa karena ini merupakan kesalahan yang sama yang berulang?, Tanya siapa?.
Lambat laun rasanya sepakbola Indonesia akan hancur. Apalagi ada beberapa klub yang memaksakan diri untuk ikut dikedua ajang kompetisi yang menamakan dirinya kompetisi profesional. Lebih lagi, dualisme klub kini jadi pemicu turunnya semangat suporter untuk membela klub (pribadi sih). Siapa yang menunjuk siapa yang salah sudah tidak perlu diributkan, karena sejak awal sudah tidak ada lagi semangat persatuan untuk memajukan sepakbola. Sekarang bukan cuma suporter yang saling adu jotos saat menonton pertandingan, petinggi-petinggi pun sedang berperang dengan anggapannya masing-masing yang dirasa benar.
Semoga kedepan ada jalan keluar dari permasalahan sepakbola di Indonesia, mungkin perlu untuk FIFA menghukum PSSI, biar semua punya waktu untuk introspeksi, punya waktu untuk benar-benar memikirkan sepakbolanya, bukan uangnya, bukan bisnisnya, tapi juga semangat persatuan yang ada di sepakbola Indonesia.
Salam blogger Jombang.


Kita sama2 tahu, bagaimana sakitnya melahirkan PSSI baru
BalasHapussetelah rezim si nurdin tumbang, persoalan tak kunjung selesai. Moga2 bisa selesai dengan cara yang terbaik
salam juga mas bro
Iya kawan, semoga ada jalan keluar yg membuat legowo pecinta bola tanah air, baik suporter maupun petinggi2 biar gk berebutan lagi...
BalasHapusgeleng-geleng, maksud petinggi disana apa sih?
BalasHapuskayaknya lagi pengen menuhin kantong masing2 kawan, tpi baik sangka aja deh, mungkin lagi pengen majuin sepakbola, in their own ways, gk mw bersatu...
BalasHapuspara petinggi yg ribut imbasnya ke pemain dan pelatih serta wasit
BalasHapusparrrah
suporter jga, tim kesayangan ane malah jdi dua...gilaaaa
Hapus